Apa seh yang paling kalian perhatikan ketika melihat kalender tahun depan ?! atau, ketika mendapatkan kalender kerja baru ?!

Kebanyakan orang seh biasanya memperhatikan jumlah tanggal merah yang berjejer, alias kapan ada libur panjang, termasuk saya. Pergantian `tahun kerja` di beberapa perusahaan mungkin saja berbeda, mengikuti tahun fiskal perusahaannya. Tapi di Indonesia, kalender masehi pada umumnya jadi patokan utama. Artinya, hari libur nasional yang ada di kelender masehi, otomatis jadi hari libur kerja. Sisanya, tinggal disesuaikan dengan hitungan kalender agama. Yups, saya menyebutnya sebagai hitungan kalender agama karena sebagian hari raya keagamaan juga menjadi hari libur nasional kan. Saya tidak akan membahas agama apa yang kita bicarakan, tapi lebih ke menemukan kapan ada jadwal libur panjang di kalender kerja kita.

Buat kita para pekerja, mengetahui kapan jadwal libur adalah hal yang sangat berharga. Apalagi untuk orang yang merantau. Libur panjang jadi satu-satunya kesempatan untuk bisa pulang kampung kan. Di Indonesia, Libur Hari Raya, terutama lebaran selalu jadi primadona alias timing paling tepat untuk mudik. Sekalipun begitu, untuk orang yang suka Bolang alias traveling, menemukan tanggal merah di hari senin atau hari jum`at adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Yups, karena inilah saat yang tepat untuk jalan-jalan. hahaha. Memanfaatkan libur 3 hari, bisa pergi untuk eksplore berbagai tempat lho.

Sekarang ini, jadwal perjalanan Kereta , Shuttle Bus dan Maskapai Penerbangan di Indonesia juga sudah memiliki pelayanan yang baik. Banyak yang sudah bisa berjalan sesuai jadwal alias tepat waktu. Dengan sendirinya, semakin banyak orang yang merencanakan perjalanannya dari jauh-jauh hari.


BTW, Kalau mau nge-trip, kalian lebih suka merencanakannya matang-matang atau asal jalan aja seh ?!



Untuk sebagian orang, rencana yang matang mungkin diperlukan supaya bisa mengantisipasi semua kemungkinan terburuk. Mulai dari membeli tiket perjalanan pulang-pergi, memesan tempat menginap berikut paket wisata di tempat tujuan, dan semuanya ditulis secara detail dengan membagi waktu se`efisien mungkin. Alhasil, ketika perjalanan nge-trip dimulai, mau tidak mau harus mengikuti jadwal yang telah dibuat, termasuk gak bisa menentukan tempat menginap semaunya.

Beberapa kali, saya sempat nge-trip bareng teman orang indonesia yang sudah biasa jalan keliling tanah air, diantara mereka ternyata kerap merencanakan perjalanannya dengan sangat detail lho. Salah satunya adalah ketika awal tahun 2017 ini jalan ke Kota Malang. Karena ini kali pertama untuk saya, hampir semua rencana perjalanan diatur oleh sang sahabat. Dari mulai tiket kereta untuk pergi sampai tiket pesawat untuk pulang pun dibeli jauh-jauh hari. (Kebetulan waktu itu berangkatnya naik kereta, sementara pulangnya saya naik pesawat terbang untuk menghemat waktu & tenaga karena ada agenda lain dihari selanjutnya). Selain itu, ketika tiba di Stasiun Malang, tempat untuk sewa sepeda pun bahkan telah dibooking terlebih dahulu (Hari Pertama memang kami berencana untuk eksplore Kota Malang dengan Sepeda). Tak berhenti disitu, rental car yang rencananya akan dipakai di hari kedua pun sudah dipesan jauh-jauh hari. Rencananya detail dan sangat matang deh pokoknya.

Merencanakan perjalanan dengan detail, sebetulnya bagus seh, tapi kok rasanya saya lebih suka dibuat ngalir aja ya. Toh, nyari hotel untuk tempat nginep juga bukan hal yang sangat sulit kan. Apalagi di zaman digital seperti sekarang.

Sejak pindah ke Bandung bulan April lalu, perjalanan dinas keluar Kota terutama ke Jakarta dan sekitarnya hampir selalu ada tiap bulannya. Beberapa diantaranya, kerapkali mengharuskan saya untuk menginap di Ibu Kota. Salah satunya adalah ketika harus mendampingi Pameran dan Business Meeting OCVB (Okinawa Convention & Visitors Bureau) di Japan Travel Fair bulan September lalu. Pameran Japan Travel Fair digelar selama 3 hari berturut-turut di Mall Kota Kasablanka - Kuningan, sementara Business Meetingnya digelar di Ballroom Hotel Pullman Thamrin. Saat itu, saya hanya membeli tiket perjalanan menggunakan Kereta menuju Jakarta dan Tiket Pesawat dari Jakarta ke Surabaya. Iya, kebetulan di Hari kelima saya juga diminta untuk mendampingi Bussines Meeting OCVB yang berlangsung di Hotel Sheraton Surabaya. Sehingga otomatis, saya harus naik pesawat yang sama dengan mereka. Untuk urusan hotel, saya rada santai dan mempercayakannya ke Aplikasi Traveloka.

Mencari hotel atau tempat menginap via Traveloka sangat mudah dengan cara pembayaran yang beragam.

Salah satu yang saya suka adalah fitur menemukan hotel yang paling dekat dengan posisi kita. Yups, gak perlu input nama kota dan lain sebagainya, cukup dengan menyalakan location pada settingan Smartphone, kita bisa langsung menggunakan fitur lokasi pencarian alias destination sebagai "Hotel Near You", sedangkan tanggal check in sudah otomatis terinput tanggal hari ini, karena saya cuma butuh tempat nginep untuk satu malam, selanjutnya bisa langsung klik tombol "search" saja. Dan berbagai jenis hotel dengan range harganya masing-masing pun akan muncul. Disini, ada fitur "filter" yang sangat saya suka, di bagian paling atas ada filter "All", "Luxury", "Budget" dan lain sebagainya. Kalau saya, biasanya tekan filter "Budget" seh, hehehe. Maksimal Rp 300,000/malam buat saya sudah sangat cukup untuk melepas lelah.

Selain Fitur search dan filter yang sangat membantu, hal lain yang tak kalah penting untuk dicek adalah Review. Yups, ini sangat membantu ketika hendak menentukan tempat menginap. Photo saja kan kadang-kadang tidak cukup untuk menyampaikan sebagus apa fasilitas dan pelayanan sebuah hotel. Hotel dengan Point Review diatas 8 biasanya akan lebih nyaman dan kulaitasnya sesuai lah ya. Kalau harga dan fasilitas yang diinginkan sudah sesuai, selanjutnya tinggal booking dan melakukan pembayaran sebelum check in.

Cara pembayaran yang bisa dipilih sangat beragam dan memudahkan kita sebagai user. Saya yang sampai saat ini tidak memiliki kartu kredit pun, bisa melakukan pembayaran menggunakan transfer via ATM. Sebagai Informasi, cara Pembayaran yang bisa dipilih antara lain bisa melalui fitur transfer baik melalui mobile ataupun internet banking. Paling tidak ada 4 pilihan Bank yakni BCA, Bank Mandiri, BRI dan BNI. Untuk Anda yang memiliki kartu kredit berlambang VISA tinggal ikuti instruksi pembayaran menggunakan kartu kredit selanjutnya. Pembayaran melalui ATM juga bisa dilakukan di semua Mesin ATM yang memiliki lambang "ATM Bersama", "Prima", ataupun "Alto". Selain Cara Pembayaran menggunakan Layanan Bank, kita juga bisa melakukan pembayaran melalui Mini Market seperti Alfa Mart dan Indomaret. Kalau ingin bayar pakai cash, sebaiknya bayar melalui Mini Market saja. Pada dasarnya, pembayaran/pelunasan harus kita lakukan sebelum check in, akan tetapi ada beberapa hotel yang menyediakan layanan pembayaran di tempat lho. Artinya, langsung datang dan bayar COD, eh, bayar langsung di receptionist saat check in juga bisa tuh.



(Pilihan Metode Pembayaran Hotel di Traveloka, sangat beragam)

Heummh, jumlah hotel sudah sangat banyak dari mulai yang rate`nya super mahal sampai dengan rate yang sangat terjangkau. Menentukan tempat menginap jauh-jauh hari mungkin ada bagusnya. Tapi, terkadang kita jadi terbelenggu karena harus melakukan perjalanan yang cukup jauh hanya untuk menuju hotel yang sudah terlanjur di booking. Kalau saya, lebih memilih fleksibel didalam menentukan tempat menginap seh. Ketika urusan sudah selesai, saya bisa mencari tempat menginap terbaik yang paling dekat yang saya inginkan.

So, kalau bisa lebih santai menikmati perjalanan, kenapa masih memilih kaku dengan jadwal yang mengekang ?! Tempat tidur kita, biarkan kita saja yang tentukan. Pake Traveloka tentunya ! hehe





    Belajar Bahasa Jepang Otodidak lewat Video di Youtube :


    Belajar Bahasa Jepang, Bisa juga Otodidak sambil nonton video di Youtube WaGoMu, Jangan lupa di share & di subscribe ya.
    Artikel (Traveling)dari kategori yang sama