Cukup lama tidak mengupdate Blog Personal yang satu ini, mohon dimaafkan ya. Kalau ingin tau tulisan-tulisan terbaru yang saya tulis, salah satunya bisa dilihat di Halaman Portal Utama WaGoMu kok, terutama untuk kolom WaGoMu News. Btw, tulisan saya yang satu ini sebetulnya hanyalah ringkasan yang saya dapatkan dari seminar yang saya ikuti beberapa waktu lalu. Karena konsep seminarnya adalah Private Gathering, jadi rada exclusive gitu. hehehe. Iya, ketemu dan ngobrol secara langsung dengan salah satu guru terbaik di Negeri ini yakni, Tung Desem Waringin. So, ringkasan ini berjudul "Kecerdasan Financial (Keuangan) dalam 5 Menit" begitu Pak Tung menyebutnya.



Di Negeri tercinta ini terutama, kebanyakan orang yang telah menyelesaikan pendidikannya, biasanya bergegas untuk mencari pekerjaan. Iya, mencari pekerjaan dengan tujuan mendapatkan penghasilan tentunya. Namun sayangnya, Kecerdasan mengatur keuangan ini ternyata masih tabu, bahkan terkesan lebih tabu ketika dibandingkan dengan kecerdasan sexual. Lets See, Siswa SD saja sudah diajarkan mengenai Kecerdasan Sexual lho. Tapi kenapa sampai lulus S3 sekalipun belum pernah diajarkan yang namanya Kecerdasan Keauangan ?! Opps, maaf neh, kalau S3`nya beneran saya sendiri kurang tahu seh, tahunya cuma SD, SMP & SMA. hehehe

Sebetulnya, Kecerdasan Keuangan ini bisa dikuasai dengan mulai memahami dua hal, yaitu INCOME / Pendapatan dan SPENDING / Pengeluaran. Secara Garis Besar, Income bisa dibedakan menjadi 3, yakni :
1) Active Income, yaitu pendapatan yang hanya bisa diterima ketika kita betul-betul terlibat didalamnya untuk melakukan sebuah pekerjaan untuk kemudian dibayar sesuai hasil kerjanya. Active Income bisa kita dapatkan dengan cara :
a) Ikut orang/perusahaan untuk bekerja sebagai Karyawan
b) Bekerja sebagai Profesional, seperti Penerjemah Bahasa Asing, Dokter, Pengacara dan lain sebagainya
c) Berwirausaha/Memiliki Bisnis /Usaha sendiri, namun Usahanya ini masih dikerjakan sendiri, atau kalau yang Punya usaha tersebut tidak bekerja, Maka Bisnisnya tidak bisa berjalan.

2) Passive Income, yaitu pendapatan yang bisa diterima sekalipun orang yang bersangkutan tidak melakukan pekerjaan secara langsung. Misalnya adalah pendapatan dari Property yang disewakan seperti Kost-an, Ruko, Apartemen, dan lain sebagainya.

3) Portfolio Income yaitu nilai kekayaan yang bertambah dengan sendirinya seiring pertambahan waktu. Yups, Capital Gain atau nilai asset yang semakin naik. Memang tidak secara otomatis menjadi pemasukan seh, tetapi ketika kita menjual asset tersebut nilainya sudah berkali lipat dibanding ketika kita membeli asset itu sekian tahun yang lalu. Namun sayangnya, kebanyakan orang hanya memilliki satu Portfolio Income, yakni rumahnya sendiri, padahal seharusnya bisa memiliki lebih banyak lagi.

Selanjutnya, setelah mengetahui jenis Income diatas, kita juga bisa mulai mempelajari tentang Jenis-Jenis Spending/Pengeluaran. Secara Garis Besar, jenis pengeluaran dibagi menjadi 2, yakni :
1) Pengeluaran yang Produktif、yaitu pengeluaran yang digunakan untuk sesuatu yang nantinya akan menghasilkan. Contohnya antara lain :
a) Membangun Passive Income / Portofolio Income
b) Pengeluaran untuk Belajar
c) Pengeluaran untuk Bergaul dengan orang yang lebih kaya/sukses dalam makna yang Positif
d) Beramal/Infaq

2) Pengeluaran yang Konsumtif
a) Pengeluaran yang langsung hilang, seperti untuk kebutuhan hidup untuk makan dan membeli pakaian yang bermerk dan lain-lain
b) Passive Spending, yaitu pengeluaran yang terus berjalan sekalipun ketika anda tidur seperti berlangganan ini itu, dan juga termasuk utang bank
c) invisible spending, inilah yang paling berbahaya salah satunya adalah inflasi. Ada juga pengeluaran untuk lifestyle seperti membeli kendaraan mewah yang ujung-ujungnya ketika dijual, nilainya turun dengan drastis.

Berikut adalah Video yang kebetulan saya Rekam ketika Pak Tung menyampaikan tentang Kecerdasan Keuangan dalam waktu 5 Menit. Eh, video kali ini sedikit over seh, dalam waktu sekitar 8 menit.



Summary atau Point pentingnya adalah "Ketika Kita yang saat ini baru memiliki Active Income, sebaiknya fokus untuk membangun Passive Incomenya terlebih dahulu, tidak usah kebanyakan Gaya. Karena kalau baru memiliki active income saja sudah kebanyakan Gaya, jangan salahkan siapa-siapa ketika nanti hidupnya malah dipenihi tekanan".

Semoga Bermanfaat !


    Artikel (Belajar Seumur Hidup)dari kategori yang sama